Kapan Sebuah Usaha Perlu Memiliki Website?

Technology Insight

20 Dilihat
Kapan Sebuah Usaha Perlu Memiliki Website?

Kapan Sebuah Usaha Perlu Memiliki Website?

Banyak pemilik usaha berkata jujur seperti ini:

“Saya sudah jualan di Shopee, Tokopedia, bahkan TikTok Shop dan itu Laku. dan berjalan.
Jadi, sebenarnya website itu buat apa?”

Pertanyaan ini masuk akal. Dan jawabannya tidak sesederhana “biar kelihatan keren”.

Website Bukan untuk Memulai Usaha

Tapi untuk Menandai Usaha yang Ingin Bertahan

Marketplace adalah tempat berjualan.
Website adalah tempat usaha berdiri.

Di fase awal, marketplace memang terasa cukup:

  • Traffic sudah tersedia
  • Pembeli tinggal datang
  • Transaksi bisa terjadi dengan cepat

Namun, seiring waktu, banyak pemilik usaha mulai berada di titik yang sama.

Pelanggan bertanya lewat WhatsApp:

“Website atau profil resminya ada?”

Atau ketika:

  • Ada instansi yang ingin bekerja sama, tapi membutuhkan profil usaha
  • Ingin terlihat profesional, namun media sosial terasa terlalu ramai dan tidak terstruktur

Di titik inilah banyak pemilik usaha mulai sadar:
ada hal yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan etalase marketplace.

Di sinilah website mulai relevan.

Tanda-Tanda Usaha Kamu Sudah Perlu Website

1. Usahamu Tidak Lagi Sekadar Jualan

Jika usahamu mulai memiliki:

  • Nama brand yang jelas
  • Cerita berdiri
  • Nilai atau visi
  • Rencana jangka panjang

Artinya, kamu sedang membangun identitas—bukan hanya mengejar transaksi.

Website berfungsi sebagai rumah resmi bagi identitas tersebut.
Tempat di mana brand-mu berdiri dengan narasi yang utuh, bukan sekadar katalog produk.

2. Kamu Ingin Dipercaya, Bukan Hanya Dibeli

Marketplace memudahkan orang membeli produk.
Website membantu orang mempercayai bisnisnya.

Ketika seseorang ingin tahu tentang:

  • Profil usaha
  • Kontak resmi
  • Portofolio atau testimoni

Website menyajikan semuanya secara rapi, jelas, dan terkontrol.

Banyak keputusan kerja sama tidak batal karena produk yang kurang bagus,
tetapi karena calon klien tidak menemukan profil usaha yang meyakinkan.

3. Kamu Mulai Bergantung pada Algoritma

Hari ini produkmu laku.
Besok bisa turun karena:

  • Algoritma berubah
  • Biaya iklan naik
  • Kompetitor banting harga

Marketplace adalah tempat menumpang lalu lintas.
Website adalah aset digital yang benar-benar kamu miliki.

Ia tidak hilang karena perubahan aturan platform,
dan tidak bergantung sepenuhnya pada sistem yang tidak bisa kamu kendalikan.

4. Usahamu Mulai Diajak Kerja Sama

Banyak kerja sama tidak dimulai dari tombol checkout,
melainkan dari:

  • Pencarian Google
  • Link di bio
  • Rekomendasi profesional

Di fase ini, website bukan lagi alat jualan,
melainkan alat presentasi bisnis.

Apakah Semua Usaha Wajib Punya Website?

Jawabannya: tidak.

Website belum menjadi kebutuhan utama jika:

  • Usaha masih tahap coba-coba
  • Skala kecil tanpa rencana berkembang
  • Fokus murni pada penjualan cepat

Namun, website sangat disarankan untuk:

  • UMKM yang ingin naik kelas
  • Bisnis yang ingin membangun brand
  • Usaha yang ingin terlihat profesional dan kredibel
  • Lembaga, organisasi, atau instansi

Marketplace dan Website Bukan Lawan

Marketplace dan website tidak saling menggantikan.

  • Marketplace → tempat berjualan
  • Media sosial → tempat menarik perhatian
  • Website → pusat informasi dan kepercayaan

Usaha yang sehat biasanya menggabungkan ketiganya,
bukan memilih salah satu.

JADI?

Website bukan soal mengikuti tren digital.

Website adalah keputusan bisnis: apakah usaha ini ingin sekadar laku hari ini, atau tetap relevan ketika platform berubah dan algoritma berganti.

Jika jawabannya yang kedua, maka website bukan lagi pertanyaan “perlu atau tidak”, melainkan “kapan”.

Yuk berbincang: riva.elsaputra2020@gmail.com · +62 857-9494-6920